top of page

Lorong Waktu

  • Gambar penulis: suzuqira
    suzuqira
  • 20 Mar 2019
  • 2 menit membaca

Apa yang paling berharga bagimu? Apakah itu keluargamu, mobil mewahmu, pekerjaanmu atau teman-temanmu? Setiap orang pasti punya jawaban yang berbeda dengan alasan yang berbeda pula. Akan tetapi bagi sobat rantau yang jauh dari keluarga, terpisah dari anak istri dan sobat-sobat kampungnya bisa jadi lorong waktu adalah hal paling berharga yang mereka punya.




Lorong waktu? Ia adalah sebuah jalan berbentuk tabung imaginer yang tersusun dari bermega-mega byte memory yang dindingnya terbuat dari lapisan kenangan yang direkatkan oleh doa dan air mata dan ditopang oleh kekuatan harapan.


Lorong inilah yang selalu menjadi pelarian orang-orang yang rindu akan hangatnya canda tawa keluarga, riuhnya celoteh anak-anak dan kelap kelip berbagai rupa wajah yang timbul dan tenggelam secara acak. Dia akan mengelus satu bagian dari dinding lorong itu agar kenangan tentang kebersamaannya dengan si bungsu aktif, lalu dia akan menekan bagian yang lain agar cucuran air matanya segera mampat. Ketika ia melangkah lebih jauh ke dalam maka akan datang figur-figur hologram fiktif yang akan memeluknya tapi lenyap ketika lengannya terangkat hendak meraih. Namun, bagaimana mungkin, tempat yang kedengarannya begitu menyakitkan bisa menjadi sesuatu yang begitu berharga. Jawabnya sangatlah sederhana. Ketika lorong waktu itu tiba-tiba menghilang maka seketika itu pula dunia si perantau akan hancur berkeping-keping meninggalkan seonggok daging tanpa makna.


Setiap hal yang perantau lakukan adalah mencari kepingan-kepingan waktu yang akan dipasang pada pilar-pilar lorong imaginer itu dengan harapan kekuatan cahaya akan memperpendek jarak lorong waktu. Doa dan harapan yang telah terkumpul akan ditransfer melalui jaringan kapiler abstrak sehingga seluruh penjuru lorong akan berputar sehingga membuka portal waktu. Ketika jarak lorong memendek dan portal waktu telah tebuka maka si perantau akan meloncat ke dalam kemudian membuka portal di ujung yang lain. Saat dia melangkahkan kakinya keluar maka akan berhambur seluruh perasaan dan cinta itu masuk kedalam jiwanya. Pelukan-pelukan nyata akan dapat diraihnya. Harum aroma tubuh anak-anaknya akan memuaskan seluruh dahaga kerinduannya. Ciuman dan tawa istri serta ayah ibunya akan menambah batang nyawanya ke level sempurna.


Komentar


©2019 by The Journey.

  • facebook
  • instagram
bottom of page